Tampilkan postingan dengan label jurnalis warga. Tampilkan semua postingan
Sejumlah pendidikan dari 16 negara akan menggelar konferensi internasional tentang Aceh dan Samudera Hindia di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh. Mereka sekaligus membahas kemajuan pendidikan Aceh dalam pertemuan pada 17-18 November 2014.
Informasi merupakan kebutuhan setiap
orang dan itu bagian hak azasi manusia. Keterbukaan informasi publik menjadi
penting dalam negara demokrasi semacam Indonesia ini. Dengan menjunjung tinggi kedaulatan informasi diharapkan dapat mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik.
Hal ini didukung dengan lahirnya Undang-Undang keterbukaan Informasi Publik No 14 tahun 2008. Oleh karena itu semua badan publik wajib memberikan informasi ke masyarakat yang dananya sebagian atau seluruhnya bersumber dari dana publik.
Pakar Pendidikan dari 16 Negara Berkumpul di Aceh
Posted by Blog Warga on Kamis, 11 September 2014
![]() |
| Rektor UIN Ar Raniry Prof. Farid Wajdi Ibrahim |
PPID Kota Banda Aceh Lounching Aplikasi Online
Posted by Blog Warga on Senin, 01 September 2014
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di Pemerintah Kota Banda Aceh berkerja sama dengan Local Public Service Specialist (LPSS) Kinerja USAID Kota Banda Aceh melounching Aplikasi PPID Kota Banda Aceh berlangsung selama dua hari yang di mulai dengan pembukaan Rakornas PPID di Aula Balai Kota Banda Aceh, Lt IV, Senin (1/9).
Gizi Untuk Kesehatan Anak Usia Sekolah
Posted by Blog Warga on Rabu, 13 Agustus 2014
Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak usia sekolah, Pemerintah Kota Banda Aceh bekerjasama dengan Tim Pembinaan Kesejahteraan Keluarga atau PKK, melalui Kelompok Kerja III mengelar pelatihan penyedia makanan tambahan anak sekolah, baru-baru ini.
Sosialisasi PPID di Level Bawah Belum Maksimal
Posted by Blog Warga on Rabu, 30 Juli 2014
Informasi merupakan kebutuhan setiap
orang dan itu bagian hak azasi manusia. Keterbukaan informasi publik menjadi
penting dalam negara demokrasi semacam Indonesia ini. Dengan menjunjung tinggi kedaulatan informasi diharapkan dapat mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik.Hal ini didukung dengan lahirnya Undang-Undang keterbukaan Informasi Publik No 14 tahun 2008. Oleh karena itu semua badan publik wajib memberikan informasi ke masyarakat yang dananya sebagian atau seluruhnya bersumber dari dana publik.
KNPI Usulkan Pendidikan Dikelola Provinsi
Posted by Blog Warga on Sabtu, 19 Juli 2014
Komite Nasional Pemuda
Indonesia (KNPI) Provinsi Aceh merasa prihatin dengan kondisi pendidikan di
tanah rencong. Untuk memperbaiki kondisi buruk tersebut, mereka mendesak
turunnya kebijakan pemerintah Aceh agar pengelolaan pendidikan diambil alih
provinsi.
“Kini saatnya, pengelolaan pendidikan harus ditangani Dinas Pendidikan Aceh,” kata Ketua KNPI Aceh, Jamaluddin pada Dialog Pendidikan yang diselenggarakan yang dilaksanakan di Gedung Pemuda, Senin (7/7) lalu.
“Kini saatnya, pengelolaan pendidikan harus ditangani Dinas Pendidikan Aceh,” kata Ketua KNPI Aceh, Jamaluddin pada Dialog Pendidikan yang diselenggarakan yang dilaksanakan di Gedung Pemuda, Senin (7/7) lalu.
Pemerintah Aceh Tak Miliki Masterplan Kelola Dana Pendidikan
Posted by Blog Warga on Kamis, 03 Juli 2014
Pengelolaan dana pendidikan yang terus menuai problem, akibat tak adanya masterplan yang bagus dari pemerintah Aceh. Selain itu, belum adanya qanun (perda) Aceh yang mengatur tentang pengelolaan dana dimaksud, merupakan penyebab penyelenggaraan pendidikan terus bermasalah.
Demikian diungkapkan Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Anti Korupsi (Gerak) Aceh, Askalani, dalam workshop tentang pelayanan publik yang berlangsung di aula kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan kota Banda Aceh, Senin (12/5).
Demikian diungkapkan Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Anti Korupsi (Gerak) Aceh, Askalani, dalam workshop tentang pelayanan publik yang berlangsung di aula kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan kota Banda Aceh, Senin (12/5).
Sekolah Luar Biasa Terkendala Kualitas Guru dan Fasilitas
Posted by Blog Warga on Kamis, 26 Juni 2014
Kepala Sekolah SLB Bukersa Banda Aceh Munawarman, mengatakan, meskipun
sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah, akan tetapi SLB Bukesra masih
memiliki permasalahan menyangkut kualitas guru dan fasilitas sekolah
yang belum memadai.
Menurutnya, bantuan yang diberikan pemerintah hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar siswa saja. Sedangkan untuk menunjang kebutuhan belajar lainnya belum cukup.
Menurutnya, bantuan yang diberikan pemerintah hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar siswa saja. Sedangkan untuk menunjang kebutuhan belajar lainnya belum cukup.
Melongok Kerja Puskesmas Kopelma Darussalam
Posted by Blog Warga on Minggu, 15 Juni 2014
Puskesmas Kopelma Darussalam terletak di Dusun sederhana Desa Kopelma Darussalam Kecamatan Syiah Kuala kota Banda Aceh, yang mempunyai jarak kurang lebih 8 km dari pusat kota. Puskesmas ini, terdiri dari 42 Karyawan dan 3 orang dokter. Masing-masingnya 2 dokter umum dan 1 dokter gigi.
Seperti Mimpi Ikut Festival Jurnalis Warga di Makassar
Posted by Blog Warga on Senin, 27 Mei 2013
SEBUAH keputusan yang tepat, setelah saya memutuskan untuk bersedia menjadi jurnalis warga. Setelah beberapa bulan berkarya, akhirnya saya terpilih mewakili rekan-rekan JW yang lainnya untuk mengikuti Festival Jurnalis Warga 2013 di Makassar sejak 22-25 Mei 2013.
Banyak hal dan pengalaman yang saya dapatkan di sana. Dari awal keberangkatan sampai akhir kegiatan. Di Makassar, tentu saja saya bertemu banyak orang, terutama orang-orang seperti kami.
Terus terang, berangkat dengan pesawat adalah pengalaman pertama saya seumur hidup. Apalagi menempuh perjalanan jauh ke Sulawesi Selatan. Awalnya semua membingungkan, karena inilah perjalanan pertama.
Kebingungan itu terobati setelah bertemu Sukriadi, rekan JW asal Aceh Singkil dan Azrur Rusdi dari Yayasan Kippas Medan. Pukul sepuluh malam waktu Makassar, kami tiba di sana lalu beristirahat.
Semua kegiatan berlangsung di gedung IPTEk Universitas Hasanuddin (Unhas). Acara Festival JW itu dimulai dengan kegiatan tarian adat yang disaksikan para JW-JW lainnya dari Papua, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan kami dari Aceh.
Pipih NUgraha dari Kompasiana ketika memberi sambutan mengatakan, media sosial menjadi sangat efektif, sehingga masyarakat tidak lagi pasif dalam menyikapi berbagai hal.
Lalu, Budi Putra dari The Jakarta Post mengatakan JW ini penting, tapi harus juga dibarengi dengan aturan-aturan ilmu serta teorinya, tetapi tidak sekompleks aslinya. JW adalah sebuah kekuatan baru dalam media sosial ini.
Kata dia, dulu, headline sebuah media ditentukan oleh dewan redaksi, tapi sekarang ditentukan oleh isu yang booming.
Elke Rapp, dari Kinerja -USAID yang berbicara pada sesi terakhir mengatakan, media yang ada sekarang meliput berdasarkan peristiwa bukan isu yang menyentuh dan JW akan sukses kalau semua pihak ikut membantu. "Semoga dua hari pelatihan ini, bisa menggaungkan suara kita," papar dia.
Ditulis oleh: Maisarah
Banyak hal dan pengalaman yang saya dapatkan di sana. Dari awal keberangkatan sampai akhir kegiatan. Di Makassar, tentu saja saya bertemu banyak orang, terutama orang-orang seperti kami.
Terus terang, berangkat dengan pesawat adalah pengalaman pertama saya seumur hidup. Apalagi menempuh perjalanan jauh ke Sulawesi Selatan. Awalnya semua membingungkan, karena inilah perjalanan pertama.
Kebingungan itu terobati setelah bertemu Sukriadi, rekan JW asal Aceh Singkil dan Azrur Rusdi dari Yayasan Kippas Medan. Pukul sepuluh malam waktu Makassar, kami tiba di sana lalu beristirahat.
Semua kegiatan berlangsung di gedung IPTEk Universitas Hasanuddin (Unhas). Acara Festival JW itu dimulai dengan kegiatan tarian adat yang disaksikan para JW-JW lainnya dari Papua, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan kami dari Aceh.
Pipih NUgraha dari Kompasiana ketika memberi sambutan mengatakan, media sosial menjadi sangat efektif, sehingga masyarakat tidak lagi pasif dalam menyikapi berbagai hal.
Lalu, Budi Putra dari The Jakarta Post mengatakan JW ini penting, tapi harus juga dibarengi dengan aturan-aturan ilmu serta teorinya, tetapi tidak sekompleks aslinya. JW adalah sebuah kekuatan baru dalam media sosial ini.
Kata dia, dulu, headline sebuah media ditentukan oleh dewan redaksi, tapi sekarang ditentukan oleh isu yang booming.
Elke Rapp, dari Kinerja -USAID yang berbicara pada sesi terakhir mengatakan, media yang ada sekarang meliput berdasarkan peristiwa bukan isu yang menyentuh dan JW akan sukses kalau semua pihak ikut membantu. "Semoga dua hari pelatihan ini, bisa menggaungkan suara kita," papar dia.
Ditulis oleh: Maisarah
Sebagian Bosda di Banda Aceh tak Transparan
Posted by Blog Warga on Sabtu, 19 Januari 2013
Banda Aceh -- Penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah daerah
(Bosda), tak semuanya dilakukan secara terbuka. Terbukti, masih ada
orang tua murid yangtidak tahu, bahwa ada Bosda di sekolag anaknya.
SDN 30 Kurang Alat Peraga
Posted by Blog Warga on Kamis, 17 Januari 2013
Banda Aceh -- Kepala Sekolah Negeri No 30 Dra Hj Najmawati menyebutkan, pihaknya kekurangan alat bantu guna memperlancar kegiatan belajar mengajar. Sementara dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) tak bisa dipakai untuk itu.
Dana Bosda Jangan Mengacu Pada Jumlah Siswa
Posted by Blog Warga on Selasa, 15 Januari 2013
Banda Aceh --- Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN)
No.5 Banda Aceh, M Ali Abdullah, S.Pd berharap pemberian dana Bantuan
Operasional Sekolah Daerah (Bosda) tidak lagi dikucurkan berdasarkan
pada jumlah pelajar di sekolah yang bersangkutan.
BOS Untuk Kelancaran Pendidikan
Posted by Blog Warga on Senin, 14 Januari 2013
Banda Aceh -- Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diberikan
pemerintah pusat kepada sekolah pada prinsipnya adalah bantuan dana
untuk membantu sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan.








